Jumat, 08 Desember 2017

Memaknai Intonasi Suara

Ini beneran akhirnya aku menemukan cara jitu untuk mendidik Zaid bersikap lembut dan menerima kesalahan yang dilakukananya. Terutama dalam sepekan ini gaya bahasanya ketika berbicara yang teriak-teriak. Bila tidak dituruti dia melampiaskan marahnya dengan teriak. Dia tidak menangis, kalau menangis dikarenakan merasa kasian dengan anaknya bila kekurangan.

Subhanallah, saya iseng mengganggunya dengan suara boneka. suara perut yang lucu menggemaskan.. Dan Zaid terpukau mendengarkannya intonasi suaraku. Maka mulailah aku sering-sering pakai suara perut ketika ingin menegur atau membersamainya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar