Awalnya agak-agak shock ketika zaid ngompol di kasur. Padahal tidur malam sudah pakai diaper. Hiks dah dua malam diapersnya kebocoran kepenuhan kayaknya gak kuat nampung pipisnya. Pertama kali biasa aja, karena yang beresin abi nya, mikir mungkin pakai diaper nya keselip kurang bener jadi bocor pipisnya ke kasur. Ups dan ternyata hari besoknya terulang lagi, kebocoran lagi di kasur. Abi nya gak mau beresin, katanya gantian kemarin dia yang beresin. Jadilah mau gak mau umi beresin zaid. Beneran bajunya ikutan basah, pas aku buka diapernya penuh dan ini beneran karena pipisnya gak ketampung. Aku menarik napas dan mencoba menahan marah, kecewa, sedih...entahlah.
Zaid kecilku, He is special child. Aku harus ekstra sabar untuknya. Apa yang ada sekarang darinya lebih dari cukup bagiku. Mengingat Zaid lahir prematur dengan berat 1,3kg tentu butuh perjuangan untuk tubuhnya sendiri tumbuh dan berkembang sesuai usianya. Sekarang zaid 3 thn 7 bulan. Perkembangannya sangat baik untuk anak-anak prematur seusianya. Alhamdulillah saat ini perkembangannya tidak jauh berbeda dengan anak-anak normal yang lahir cukup bulan.
Maka aku harus memberikan pendidikan yang pas baginya, pas tegas namun lembut.... Bismillah Allah pasti memilihkan rahim yang tepat untuk ibunya...dan aku telah dipilihNya...aku pasti bisa...dan harus bisa.
Jadilah ketika aku bersihkan Zaid ke kamar mandi, sambil memandikannya sekalian. Aku menegurnya, aku bilang, "Bahwa Zaid udah besar, emang kenapa si De kok pipis di celana? Ade gak berasa ya?"
Zaid bilang" Ia Zaid gak rasain kalo lagi tidur",
"Ya udah besok, kalo lagi tidur, malam-malam umi bangunin ya untuk pipis di kamar mandi?" Pintaku
"Iya, bangunin malam-malam" jawab Zaid
"Sip, Ya udah sekarang kita mandi sekalian karena bajunya ade basah juga"
Alhamdulillah, sambil membereskan Zaid mandi dan bersih-bersih. Aku merenung, inilah waktunya aku harus melatihnya pipis ketika tidur, juga melatihnya pipis sendiri ke kamar mandi ketika bermain dan tidak tidur. Ini pas banget baru dapet ilmu di kelas bunda sayang mengenai kemandirian. Dulu ketika anak-anak pertama dan kedua aku sangat rajin dan semangat mengajari anak toilet training. Kami tinggal di negeri Gingseng Korea Selatan. Ikut abi nya menyelesaikan study nya. Ini berkaitan dengan biaya yang harus di hemat. Tidak juga aku berpikir terlalu jauh tentang kemuliaan seorang anak saat itu. Kemuliaan anak untuk bisa melakukannya sendiri memenuhi kebutuhan hidupnya. Makanya hasilnya juga kurang maksimal, ruh nya ke anak-anak belum dapet. Anak-anak hanya paham bahwa harus begini dan dilakukan penuh dengan tekanan. Bila mengingat itu kasian mereka, meskipun mereka mendapatkan kemuliaan diri namun mereka melakukannya dengan beban. Yang mereka paham ini adalah beban kehidupan karena ekonomi orang tuanya yang tidak memungkinkan untuk mereka bermanja-manja. Namun tetap aku rasakan ada kebaikan disana, anak-anak mengerti hidup itu berjuang.
Saat ini ternyata aku sadari apa yang sudah kulakukan dulu adalah baik, hanya butuh polesan ruh positif penuh keikhlasan untuk melakukannya. Aku memberikan perlakuan lain pada Zaid karena aku memang harus sangat mengerti anak ini. Karena dia adalah special child.
Dan akhirnya sudah dua malam ini, aku mulai membangunkannya dan menggendongnya ke kamar mandi, meskipun hanya sekali saat aku selesai melakukan tahajud. Ketika sesaat waktu subuh tiba. Meskipun aku liat di diapernya sudah ada bekas pipis disana. Setidaknya dia tidak pipis dua kali di diapernya, dan zaid mengerti bahwa dia harus ke kamar mandi saat dia ingin pipis meski dia masih ngantuk sekali. Semoga selalu ada kebaikan untuk hal ini bagi zaid dan keluarga kami. Aamiinyra
Tidak ada komentar:
Posting Komentar